bahwa semangat bisa lahir lewat keterbatasan..

bahwa ketulusan itu tak ternilai dan jauh lebih mulia ketimbang sentuhan semu keberadaan…

dan, seorang ksatria lahir lewat kemauan, semangat dan perjuangan dari hati…

film yang menginspirasi…!!!

” dan hidup adalah memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya……”

see u all, saya pulang dulu ke siantar… :)

-superunknown-

siapa yang tidak terenyuh melihat apa yang terjadi di pasuruan kemarin..?? realitas yang ada di depan mata kita saat ini. kesenjangan menjadi sesuatu yang nyata dan terus mengemuka. entah sampai kapan kita terus dihentak fenomena yang membuat kita miris untuk memikirkannya. masih pantaskah kita disebut kaya, dan dimana nilai kemanusiaan itu, masihkah dia ada di tengah hati-hati kita…??

saya pribadi berharap, ini adalah yang terakhir. hal yang paling bijak adalah belajar dari kesalahan yang pernah terjadi sebelumnya. setidaknya, apa yang kita lihat kemarin adalah representasi faktual kehidupan bangsa kita saat ini. dimana, sekali lagi, kesenjangan memisahkan kita diantara sekat yang membuat kita kian jauh satu sama lain.

sudahlah, saya tak berpikir ini bahwa ini adalah warisan kesalahan yang harus kita tanggung. kita patut merasa iba, menitikkan air mata, atau mungkin merasa bersalah. karena memang, mereka adalah saudara kita, yang belum bisa merasakan sentuhan sang sejahtera.

disini, di penjuru indonesia, kami berduka…..!!!!

*** masih tegakah kalian korupsi bapak-bapak berdasi ????

-superunknown-

harus bisa..!! buku yang dibuat oleh juru bicara kepresidenan, dino patti jalal adalah salah satu buku yang mengungkap kehidupan didalam lingkar istana. mengarahkan kita untuk melihat lebih dekat tentang kehidupan presiden sebagai kepala negara sekaligus membuka wacana tentang arti sederhana sebuah kepemimpinan.

buku ini bercerita tentang pengalaman dino patti jalal selama bekerja mendampingi presiden di setiap agenda yang melibatkan bapak presiden. memberi kita informasi beragam tentang keseharian seorang kepala negara. merasakan lebih dekat tentang apa yang terjadi di balik istana, sekaligus mencoba belajar memahami filosofi kepemimpinan itu sendiri.

buku ini terasa lebih informatif karena didalamnya banyak terdapat foto-foto dokumentasi kegiatan bapak presiden yang belum pernah dimuat di media sebelumnya. untuk masyarakat awam, seperti saya, buku ini sangat layak untuk dibaca. membuka wacana tentang arti kepemimpinan, kenegarawanan sekaligus terselip nilai historis yang menggugah semangat kebangsaan.

****

sebuah nama, sebuah cerita. konon album ini adalah album terkahir peterpan sebelum berganti nama. album ini berisi kompilasi lagu-lagu di album peterpan terdahulu, ditambah empat lagu baru, walau habis terang, dilema cinta, kisah cinta ( re-mixing lagu alm. chrisye ), dan single tak ada yang abadi.

album yang terdiri dari lebih dari 20 buah lagu ini seakan mengingatkan kita kembali pada kejayaan peterpan beberapa tahun yang lalu.

kalaupun ada kekurangan di album, mungkin design cover yang bisa dibilang kurang menarik :P

-superunknown-

kebahagiaan itu identik dengan senyuman. demikian juga dengan aura dan air muka yang menyembulkan mimik ketulusan karena perasaan haru-biru yang menyeruak relung perasaan. itulah yang bisa dirasakan sekarang. kebahagiaan karena akhirnya bisa menyaksikan ayam kinantan berlaga di superliga 2008. bukan karena home-base nya yang dipindahkan ke GBK, jakarta. PSMS maen di superliga..!!! cukup itu saja….

dipastikan, dalam satu musim kompetisi, saya akan selalu menyempatkan menonton langsung pertandingan ayam kinantan di stadion, terkecuali bila berbenturan dengan jadwal ‘cari makan’. hehehehe. sing..sing..so lah pokoknya..!!! mantap kali bah…!!!

belakangan ini saya cenderung balik ke perjalanan masa lalu. sedang merasakan kenikmatan yang amat sangat ketika mendengarkan tembang-tembang lawas Padi di album-album perdananya dulu. tak mengerti kenapa bisa seperti ini, bukannya tak memberi apresiasi dengan pertumbuhan pesat industri musik tanah air, namun, seiring dengan banyaknya band-band baru yang muncul ke permukaan membuat lagu mereka tak bisa bertahan lama di ingatan, alias mudah dilupakan. akhirnya kembali ke jaman nostalgia, memilih mendengar tembang-tembang lawas legendaris yang dulu sempat hits dalam hitungan tahun, bukan bulan.

belakangan ini, pembicaraan hangat tentang politisi dan partainya kembali menyita perhatian. sebenarnya ada perasaan enggan untuk memikirkan dan membicarakan topik satu ini. kemarin, resmi diumumkan peserta pemilu 2009 akan diikuti 34 partai, hanya tawa kecil yang bisa saya berikan ketika melihat politisi berebut nomer undian layaknya anak kecil yang berebut gula-gula, keteladanan menjadi barang amat langka ternyata..!!! platform dan paradigma serta stigma yang berkembang, membuat kegundahan saya memuncak, walaupun harus tetap optimis kalau sebenarnya perubahan itu hanya masalah waktu, waktu yang entah kapan bisa bersahabat dengan kita…. :)

hmmm.. sebagai stranger, liburan lebaran adalah waktu yang dinantikan. coretan kalender masih menanti di dinding kamar. tak terasa, kurang dari 90 hari saya akan kembali, kembali menyapa keteduhan…

hmmm… terimakasih…terimakasih atas hari-hari, hidup dan kehidupan ini…………………

-superunknown-

sepuluh tahun yang lalu, ketika demonstrasi besar-besaran meledak di indonesia, saya masih duduk di bangku kelas enam SD. kala itu, ketika demonstrasi yang dipicu krisis, keinginan untuk menjatuhkan rezim otoritarian yang telah berkuasa lebih dari tiga dekade, berubah menjadi aksi penjarahan, kerusuhan massive dan cenderung chaos. saya masih ingat, suatu sore ketika aksi penjarahan meluas di pusat kota, saya dan teman-teman asyik bermain bola plastik di lapangan kampung, seolah tak mengerti dan tak tahu tentang apa yang sebenarnya terjadi.

begitu malam tiba, banyak cerita yang semakin membuat anak-anak seperti saya kebingungan. selepas ‘aksi’ besar-besaran tersebut, orang-orang pulang membawa bungkusan sembako, peralatan elektronik, kompor gas bekas, bahkan lemari pendingin. apa sebenarnya yang terjadi..?? pertanyaan tersebut terus menghantui tidur panjang saya. di sekolah, saya menyaksikan pemandangan yang tak kalah menakutkan, ketika pelajaran tengah berlangsung, tiba-tiba seorang ibu menangis meronta sembari berlari membawa dua anaknya yang tengah belajar untuk segera meninggalkan sekolah lantas pulang kerumahnya, kerusuhan semakin meluas alasannya.

setelah kerusuhan mencapai puncaknya. bapak pembangunan mengundurkan diri. tayangan ini masih saya ingat sampai sekarang, walau kala itu saya tak bisa mengartikan apa sebenarnya yang sedang terjadi, dan untuk apa semua itu terjadi. saya hanya ingat, ketika saya mengganti pigura di depan kelas, menurunkan photo sang presiden karena presiden telah berganti tepat sehari sebelumnya.

elang mulya lesmana, heri hertanto, hafidhin royan, dan hendriawan sie adalah 4 nama yang terekam dalam ingatan saya kala itu. mereka, kala itu meninggal saat berjuang atas nama perubahan. pahlawan reformasi, begitulah gelarnya. kisah mereka, menginspirasi saya kala itu. tapi saya masih tetap saja bingung tentang apa sebenarnya perubahan itu. perubahan, benarkah berjalan sesuai esensinya..??

beberapa tahun kemudian, saya terpukau ketika seorang anak muda, aktivis kemahasiswaan ‘berhasil’ membuat anggota parlemen terdiam dalam sebuah dialog langsung di televisi membahas kebijakan tidak populis pemerintah dan ketidakberpihakan parlemen sebagai representasi langsung rakyat dan masyarakat indonesia. rico marbun, namanya. inspiratif, hingga namanya tertulis di dinding kamar saya, sejajar dengan nama alm. baharuddin lopa, sang idola yang pergi terlalu pagi.

sepuluh tahun kemudian, saya telah melewati bagian panjang dari sejarah negeri ini. namun, saya masih belum begitu faham dan mengerti tentang apa sebenarnya perubahan itu, waktu terus berlalu, hingga suatu sore beberapa hari yang lalu ketakutan kembali menghantui saya. akankah, kenangan sepuluh tahun sebelumnya kembali terulang..?? syukurlah, ketika melintas di depan gedung parlemen itu semuanya berjalan sewajarnya, tak ada masalah apa-apa meski satu jam sebelumnya bentrokan pecah persis di depan gedung itu.

sejujurnya, saya adalah pemimpi. pemimpi yang berharap perubahan datang, sebenar-benarnya perubahan. saya kerap larut dalam hegemoni sang pemimpi, dimana selalu tersembul harapan akan kesejahteraan dan kedamaian di atas tanah air ini. bagi saya, perubahan bukanlah mimpi, namun sebuah kenyataan yang akan datang di waktu yang tepat nanti.

saya masih terus berlari, berharap dan bermimpi tentang arti sebuah perubahan, perubahan yang lahir lewat semangat, lewat jalan santun nan bijak, yang lahir dan tumbuh dari kebesaran nurani……

-superunkown-

seminggu sudah gelaran euro-2008 digelar. meski indonesia buka salah satu partisipan, demam euro-2008 tetap terasa di penjuru negeri. hiburan gratis ala euro mampu membuat kita lupa dengan setumpuk masalah yang silih berganti datang menyapa negeri ini.

euro-2008 sedikit ampuh menumpu beban berat pasca kenaikan BBM..

euro-2008 menghapus memori luka pasca mendengarkan percakapan telepon bapak jaksa yang terhormat…

euro-2008 lebih menghibur ketimbang konflik pilkada..

euro-2008 lebih entertain ketimbang antrian minyak goreng dan gas..

euro-2008 jauh lebih hangat ketimbang issue kekayaan collateral yang terbukti bohong besar…

dan cristiano ronaldo jauh lebih energik ketimbang baim wong di sinetron religinya, sory ya im…!!! :)

untung saja jadwal pemilu tidak berbarengan dengan pelaksanaan euro-2008, jika dan seandainya dilaksanakan serempak, mungkin masyarakat tetap memilih euro sebagai primadona ketimbang mencoblos wakilnya yang gemar berpose di tepi kolam renang ( katanya )……..

salam hangat dan menghangatkan….

-superunknown-

pemilu masih setahun lagi. suhu politik memanas, tokoh-tokoh bermunculan lewat iklan. sekali lagi, iklan. berbagai semboyan didengungkan. jargon dibentuk dan dipopulerkan agar lebih familiar di telinga akar rumput. harapan sekaligus cita-cita digenggam kuat dengan kepalan tangan, dihiasi latar merah-putih dan potret kebangsaan yang menggugah sekaligus ditafsirkan klise bagi mereka yang sudah terlanjur apatis dan tak percaya lagi. namun, itulah demokrasi, demokrasi seperti apa yang pernah opung bilang dulu ketika gigi saya belum tumbuh sempurna :)

seperti apa pemimpin idealmu..?? apakah figur yang punya komitmen kuat untuk menjaga keutuhan negara, memberantas korupsi, menciptakan situasi sosial-poltik yang kondusif serta menjamin keberpihakan terhadap rakyat yang memang memberi kepercayaan terhadapnya ?? ah, deretan kalimat sebelumnya sudah terdengar membosankan bagi kita, klise singkatnya. setiap figur, secara garis besar pasti punya pandangan yang sama tentang itu. saya yakin itu.

bagi saya, pemimpin yang ideal itu adalah……

1. pemimpin yang berpihak pada pejalan kaki…..

menjadi pejalan kaki itu sejalan dengan program efisiensi anggaran seperti apa yang sedang digalakkan sekarang. namun, kenyataan berbicara lain..?? pejalan kaki, adalah prioritas terakhir di pertiwi ini. menyedihkan, trek untuk pedestrian dibanyak tempat masih identik dengan jalur offroad, parahnya lagi, terkadang pedestrian harus mengalah dengan oknum bikers yang tak bisa mengendalikan hasratnya untuk mencoba jalur off-road. menjadi pejalan kaki disini, tak ubahnya dengan perjuangan mendaki himalaya. diperlukan fokus dan konsentrasi berlebih agar tidak tertabrak, sekaligus berjuang untuk melawan polutan yang menyerang dari berbagai sisi. maka, kalau ada pemimpin yang mengkampanyekan perbaikan fasilitas untuk pedestrian, maka saya akan berpikir untuk memilihnya :)

2. pemimpin yang punya slogan ” budayakan antri “, ” mari kita wujudkan antrian yang bermartabat “, ” karena hidup adalah antrian yang tertib” :)

diserobot dalam barisan antrian lebih menyakitkan ketimbang ditolak cewe yang ditaksir. lebih sakit ketimbang didatangi sekelompok deb-collector yang mengetuk pintu rumah kita ketika kita sedang asyik menonton dan menyimak siaran laporan khusus sidang kabinet bidang ekuin. sumpah..!!! sakit…!! nelangsa..!! perih..!! kepedihan perasaan yang tak terdefenisikan dengan kata-kata. :)

jamak terjadi. inilah salah satu potret dari sekian banyak contoh kelemahan sebagian kita yang menganggap hal-hal kecil semacam antrian adalah wajar untuk dilanggar, boleh untuk diacuhkan, ataupun tidak wajib untuk dituruti. kecil, tapi punya pengaruh untuk membiasakan kita belajar lebih patuh terhadap hal yang lebih besar dan penting. saya dengan senang hati memilih calon pemimpin yang concern terhadap masalah ini. masalah antri-mengantri…. :)

3. pemimpin yang menolak keras praktek penurunan penumpang di tengah jalan….

pernah merasakan hal yang serupa.?? kesal, jengkel, marah, atau malah tertawa kecil karena kehabisan kata-kata untuk melampiaskan amarah..?? saya yang terlalu banyak mengeluh atau kegundahan yang wajar untuk ditumpahkan..?? praktek-praktek semacam ini jelas tidak sejalan dengan prinsip berkeadilan. :)

4. pemimpin revolusioner dengan program ” e-KTP “…..

tidur saya menggiring saya kedalam mimpi yang (mungkin) tak masuk akal. saya bermimpi, suatu saat nanti, negeri yang saya cintai ini punya program e-KTP. dimana setiap penduduk diberi kemudahan dalam pengurusan KTP. cukup dengan browsing di net, entry data pribadi dengan sejujur-jujurnya, klik cetak, jadi deh KTP. terus lapor ke kelurahan.. :) mimpi kali yah aku ini……….hehehe

good governance dan good-government harus menjamin kemudahan setiap masyarakat untuk bisa mendapatkan pelayananan prima dan maksimal sekaligus bebas dari bahaya laten suap-menyuap.

——————————————————————————–

bagaimana dengan kawan-kawan..?? seperti apa pemimpin ideal kalian..?? lantas, harapan apa yang kalian titipkan kepadanya..???

argghhhhhhhhhhhhhhh, mimpikah..?? tak ada salahnya bermimpi, untuk esok yang lebih baik. untuk indonesia yang lebih bermartabat….!!!

-superunknown-

dua bulan yang lalu saya dikagetkan dengan telepon dengan nada terburu-buru dari seorang kerabat di kampung. penasaran, karena semuanya terjadi tiba-tiba, cukup mengagetkan. bagi saya yang jauh dari rumah, panggilan dengan karakteristik seperti itu selalu menggiring saya untuk berpikir negatif, selalu negatif. tak disangka, setelah membuka pembicaraan dan terlibat komunikasi dua arah yang cukup lama. saya berkesimpulan, bahwa kerabat saya sedang menjadi target penipuan oknum/sindikat yang beruntung sudah saya tau gerak-geriknya.

bagi masyarakat biasa yang pada umumnya reaktif dan cukup permisif, memenangkan sebuah undian berhadiah menggiurkan di masa sulit seperti sekarang adalah sebuah anugerah yang tak mungkin ditolak. mayoritas kita, terjabak dalam irrasionalitas yang membutakan akal sehat, mengesampingkan cara berpikir yang lebih bijak karena hegemoni kegembiraan yang memang tak pernah diduga. dan itulah kelemahan manusia, yang menjadi cela bagi kawanan penipu untuk memuluskan niat busuknya.

tren seperti ini belakangan merebak lewat berbagai cara dan modus yang berbeda. lewat sms, brosur, undian berhadiah ataupun kedok marketing dengan harapan sang target tergoda lantas menuruti setiap permintaan mereka. tak jarang, banyak korban yang terjerat ulah sindikat ini. meski, harus diakui, banyak juga diantara kita yang telah paham dan mengatakan tidak untuk setiap jenis pembodohan yang ditawarkan para penipu.

saya merasakan kegundahan yang luar biasa ketika mengetahui masih ada saja saudara-saudara kita yang terjerat penipuan ini. kebanyakan dari mereka memang gelap mata karena tak sanggup melawan suka cita, ditambah minimnya informasi tentang modus semacam ini.

tren semacam ini akan terus berlangsung. krisis ekonomi yang disertai tingkat penyerapan tenaga kerja yang masih rendah menyebabkan banyak saudara-saudara kita memilih untuk menjadi sekelompok profesional yang memilih jalan pintas untuk bisa sejahtera.

belakangan, penipuan terus berkembang. bahkan, dengan trik yang semakin tak masuk akal. saya hanya bisa tertawa kecil ketika ada seorang pahlawan yang mengaku punya kekayaan setara dengan 20x APBN Indonesia tercinta……

kalau sudah begini, apa kata dunia….????

hehehehe

salam,

-superunknown-

ya iyalah, masa ya iya dunk, mulan aja jameela, bukan jamidonk..

entah mimpi apa saya semalam. dalam satu hari mendapat tiga sms yang sama isinya, namun dikirim oleh tiga pengirim yang berbeda. kalimat seperti yang tertulis diatas memang lagi populer sekarang, bersaing dengan kalimat Indonesia Bisa, Tolak BLT, dan Kenaikan Harga BBM, serta kalimat yang baru naik daun ” mas, ongkos sekarang 3000, ndak 2000 lagi….”

mari kita telisik profile pengirimnya. ketiga pengirim sms tersebut adalah perempuan. berusia produktif dan mengaku tidak begitu mengenal bapak gorrys keraf, pengarang buku “ejaan yang disempurnakan”, buku wajib yang dianjurkan dibeli oleh guru bahasa SMA saya dulu, namun saya memilih untuk tidak membelinya dikarenakan waktu itu saya lagi giat menabung untuk beliin kado ulang tahun pacar tercinta..hahahaha

kita tidak bisa memprediksi tren semacam ini akan berlangsung berapa lama. namun, keberadaan kalimat tersebut sedikit menggangu dan kurang rasional. karena kita semua sama-sama tahu kalo dari awal Mulan Jameela tak pernah punya sebutan Jamidunk, kalau Kwok pernah, tapi itu dulu, waktu ongkos Kopaja masih 2000 dan Nasi + Orek + Perkedel + Tongkol + Es Teh Tawar = 6000 perak…..

kita tak perlu repot untuk mengkaji kalimat ini. tak perlu menghubungi pusat kajian bahasa dan linguistik. tak perlu tahu mana subjek, predikat ataupun keterangan. karena memang, kalimat semacam ini bersifat multidimensi dan tak terlihat ketika malam. :)

saya yakin, gejala semacam ini akan terus meluas. dari sabang sampai merauke. dan sampai detik ini, saya masih penasaran, siapa penemu kalimat sakti ini. bila ada diantara kawan-kawan yang tahu persis kronologis kelahiran dan sejarah awal kalimat ini, diharap sudi menghubungi saya dan akan diberi hadiah sepantasnya. :)

benar-benar aneh postingan saya hari ini………………………ya iyalah,…..bagaimana dengan kawan-kawan…?? adakah kalian mengalami hal yang sama seperti saya..!??

-superunknown-

” bangkit itu susah, susah melihat orang susah, senang melihat orang senang..!!

bangkit itu malu, malu karena minta melulu…!!

bangkit itu marah, marah ketika martabat bangsa dilecehkan..!!

bangkit itu aku, untuk indonesiaku…!! “

potongan kata yang diambil dari iklan kebangkitan nasional yang dicuapkan dedy mizwar itu begitu menyentuh. menggerus perasaan anak bangsa yang memang merindukan cinta yang terkesan enggan menghiasi rona pertiwi. negeri ini, sudah cukup berumur. namun tak kunjung dewasa untuk berjalan beriringan dengan peradaban.

100 tahun kebangkitan nasional. 63 tahun bangsa ini merdeka. 10 tahun periode reformasi. adalah angka-angka sejarah yang mencatat perjalanan panjang negeri ini. negeri dengan pesona zamrud khatulistiwa. dengan tanah hadiah dari surga. dan pepohonan hijau persembahan bidadari, kini tercabik oleh semunya hasrat dan keangkuhan mereka, mereka yang mengaku anak indonesia.

semua kita merindukan fajar yang menyinari semesta. menunggu cinta menjamah nusantara. agar kita bisa kembali berdiri. berlari untuk sebenar-benarnya sejahtera. kita, adalah bangsa yang besar, negeri yang anggun dengan keindahan, pertiwi yang gagah dengan suara yang lantang. kini, tunjukkan pada dunia, inilah Indonesia…!!!!

inilah wajah kita. inilah negeri kita. kita bisa indonesia..!! ya, aku anak Indonesia…!!!

indonesia selamanya..!!!

** edisi 100 tahun kebangkitan nasional, 10 tahun reformasi..!!! andai, jiwa-jiwa seperti bapak lopa masih ada ditengah kita..!!

-superunknown-

Next Page »